..<< More Info >>..

Wednesday, 28 January 2009

Honda Supra Disulap Jadi Revo

Anda punya Honda Supra keluaran 2002 dan sudah bosan dengan tampilannya lantaran kelewat tua? Mau ganti baru, tetapi dana tak cukup, apalagi bebek ini punya kenangan sehingga dijual pun sayang?

Honda Supra Jadi Revo

Enggak usah pusing. Langkah Ade Nugroho di Cilandak, Jakarta Selatan, ini bisa dicontoh. Honda Supra-nya disulap jadi Honda Revo yang digarap oleh Syarief H dan diklaim sebagai tunggangan revolusioner.


Honda Supra Jadi Revo Modif
Hampir seluruh komponen bodi di Revo berpindah ke Supra, kecuali mesin. Seperti tebeng depan, sayap, hingga buritan. Supaya sedikit membedakan dan tampil lebih eksentrik, bodi di-custom ulang terutama di bagian pelindung mesin (engine guard) dan dudukannya.

"Ubahan ini sebagai pengimbang cover bodi Revo yang posisinya lebih runcing ke belakang sehingga rangka sasis Supra serta breket perlu diatur ulang agar bodi bisa dipasang dan posisi pengendara tetap aman," bilang Eman, sapaan akrab Syarief. Dari padepokannya di Cinere, Depok.

Rombakan lain dilakukan pada bagian kaki-kaki, setang, dan pijakan kaki, "Agar agak beda dan sesuai dengan tema desain motor bebek sport," lanjut modifikator dari EM-Tech yang mengaku sudah 7 tahun ngerombak motor.

Shockbreaker depan oleh Eman dipasangi punya Honda Tiger agar tampak lebih kokoh. Konsekuensinya, batang komsitir diatur ulang mirip aslinya, juga pasang segi tiga atas-bawah biar kian kokoh. Sementara itu, shockbreaker belakang memakai monoshock dari Yamaha Jupiter MX yang didukung lengan ayun Kawasaki Kaze custom pakai besi hollow agar tampak sporty.

Makin sip, satu set cakram Satria F-150 ikut dipasang sebagai penghenti laju. Hasilnya, Supra jadi tongkrongan yang gagah. (KR15)

Source : Kompas.com

>>Read More......>>

Wednesday, 22 October 2008

Sepeda Bermotor Tanpa Pedal Dan Kemudi

NEW HAMPSHIRE - Produsen kendaraan dengan pengendara tunggal Segway PT Amerika Serikat, memperkenalkan rancangan terbarunya, Self Balancing Unicycle (SBU). Memadukan keseimbangan tubuh, teknologi, dan format keseimbangan yang tidak terpisahkan.

Sepeda motor Tanpa pedal dan kemudi

SBU merupakan perwujudan baru dari model sebelumnya, Focus Model. Dengan sistem accelerometer dan gyroscope sebagai pengendali gerakan maju dan mundur. Pengendalian SBU jauh lebih mudah 50 persen dari Focus. Perbedaan mendasar lainnya adalah desainya yang tradisional.

Tidak memiliki pedal atau crank arms hanya pijakan kaki untuk membantu keseimbangan anda ketika berjalan bersamanya pada kecepatan 12 km/jam. Selain itu juga dilengkapi dengan sensor peringatan, apabila di hadapan terdapat penghalang.

SBU memiliki bobot 11,2 kg dengan kekuatan baterai yang dapat menggerakkan motor listrik selama 1,5 jam. Dengan bobot tersebut, apabila melintas di jalan yang padat, pengguna cukup mengangkatnya ke sisi jalan yang kosong lalu menlanjutkan perjalanan. SBU akan dipasarkan pada November 2008 dengan harga sekira Rp15 juta. Untuk pertama, Segway hanya memasarkan 10 unit SBU.

source : okezone.com

>>Read More......>>

Sunday, 19 October 2008

Honda dan Yamaha Siapkan Motor 250 cc

Motor baru Honda Yamaha 250cc.
JAKARTA, RABU – Kehadiran Kawasaki Ninja 250 cc menunjukkan pengendara roda dua sudah rindu akan sport rasa moge. Baru berjalan tiga bulan sejak launching, kini sudah 400 unit sampai ke tangan konsumen. Daya tarik tinggi pada Kawak ini, bukan Cuma lantaran dapur pacu seperempat liter dan dua silindernya. Desainnya mengadopsi moge sekelas Kawasaki ZX-6R dan ZX-1000.

Honda dan Yamaha 250 cc

“Indonesia pasar potensial. Motor seperti ini cocok dengan kondisi jalan dan karakter orang sini,” jelas Toshio Hyugo, Head Asian Marketing PT Kawasaki Heavy Industry, Jepang.

Sejujurnya, pembuka jalan motor berkapasitas di atas 200 cc adalah Suzuki dengan Thunder 250 yang dilansir menjelang tahun 2000. Sayang, usianya nggak lama dan posisinya diganti Thunder 125 cc pada 2004 lalu. Peralihan ini disadari oleh PT Indomobil Niaga International (IMNI) karena konsumen roda dua lebih doyan jenis sport ber cc kecil.

Suzuki Thunder 250 cc mengandalkan bodi murni sport kota dan distop bukan karena tidak mencapai target. Tapi, bikers tanah air menginginkan lebih. Nggak sekadar dapur pacunya yang seperempat liter. “Desain bodi mesti mewakili CC besar, tapi mesin mudah dikendalikan,” tegas Hyugo.

Contohnya, Ninja 250 cc yang berharga Rp 55 juta menjelang Agustus, laku bak kacang goreng lantaran bodywork moge sejati, tapi rasa sport kota. Dan putaran mesin halus saat akselerasi. Seandainya bicara harga bisa jadi akan lebih rendah kalau hanyamengandalkan teknologi mesin.

Dari pengalaman itu, Honda sudah siap mengambil ancang-ancang dengan senjata barunya. Konon, September mendatang akan melemparkan motor sport 250 cc. “Pasar 250 cc memang ada, tapi nggak sebesar sportr dengan kapasitas mesin di bawahnya. Honda akan menjual 250 cc, mungkin dengan CBU,” tegas Johannes Loman, Direktur marketing PT Astra Honda Motor (AHM). Kalau diterka-terka, AHM sepertinya akan memasukkan Honda Twister. Mesinnya berteknologi DOHC dan sudah banyak dipakai di Eropa dan Singapura.

Yamaha rupanya juga sudah mempersiapkan diri. Kabarnya, PT YMKI akan menembakkan Fazer 250 ke pasar Indonesia dan sedang diuji kelayakannya. Fazer ini akan melengkapi dominasi pabrikan garputala yang telah memiliki dua motor sport, V-ixion dan Scorpio.

Sang pioner, PT IMNI tampaknya semangat kembali untuk menghidupkan legenda Thunder 250. Malah, infonya mesin Thunder bergaya cruiser. Menngingat varian FXR150 sempat merebut hati konsumen, kemungkinan hadirnya Suzuki GS250F, gabungan Suzuki Bandit plus fairing GSX-R. (Niko)

SBT

Source : Kompas.com

>>Read More......>>

Yamaha Mio dan Honda Vario

Yamaha Mio dan Honda Vario Punya Kesamaan.
COBA Anda cermati betul, apa yang sama dari Yamaha Mio CW 2005 dari Blitar (Jawa Timur) dan Honda Vario 2006 asal kota Hujan Bogor ini? Perhatikan desain sokbreker belakangnya. Kedua skuter bebek (skubek) ini menggunakan peredam kejut ganda pada satu sisi dan sama-sama terletak di sebelah kiri.

Yamaha Mio dan Honda Vario


Dari sisi modifikasi, Yamaha Mio milik Piluk Kharisma ini menyontek Yamaha Maxam. Sekalipun meniru, tapi garapan pemodifikator Eko Prasetyo dari Fog Custom malah lebih rapi. Bagian depan nyaris sempurna dan memancarkan skubek gambot. Malah, hidung Mio tampak lebih sip dan tekukan depannya lebih aerodinamis, mirip pesawat supersonic Concorde.

Yamaha Mio dan Honda Vario

Sayangnya, penggarapan Piluk tidak total karena bagian belakang tidak tersentuh maksimal hingga mencerminkan skubek imut. Piluk beralasan, waktu pengerjaannya hanya dua bulan.

Yamaha Mio dan Honda Vario

Lebih edan lagi Honda Vario bikinan Berry Natadisastra ini. Boleh percaya boleh tidak, menurut sang pemodifikator, motor itu dikerjakannya dalam sehari lantaran mengejar agar bisa ikut kontes. Aliran yang dipilih bersama Aip adalah custom Hot Rod dengan memanjangkan bodywork lewat engine mounting dari 8 cm menjadi 12 cm.

Nuansa Hot Rod dipertebal dengan tampilan setang telanjang model Robocop. Tentunya kaki-kaki jadi menu wajib sesuai aliran Hot Rod. Untuk satu ini, BSR memadukan dua roda gambot 120-70/14 untuk depan dan belakangnya 140-70/14. (Niko/Isfan)

Source : Kompas.com

>>Read More......>>

Honda Supra VS Suzuki Shogun

Honda Supra X125 dan Suzuki New Shogun 125 head on di pasar bebek 125. Keduanya ditopang teknologi canggih, yakni PGM-FI (Honda) dan Hyper Injection FI (Suzuki). Kebetulan Anda tertarik dengan bebek-bebek itu, barangkali hasil tes yang komplit ini bisa memberi pilihan.

Honda Supra VS Suzuki Shogun

Mau mulai dari mana? Mari kita start dari performa. Di soal tenaga, Shogun punya tenaga maksimum 10,19 dk yang dicapai pada 8.500 rpm. Sementara Supra hanya 9,67 dk pada 7.500 rpm, namun bisa melejit lebih dulu lantaran didukung torsinya yang 0,99 kgf.m diraih pada 5.000 rpm. Suzuki Shogun kalah cepat lantaran torsinya lebih besar 1,02 kgm.f didapat pada 5.500 rpm.

Honda Supra VS Suzuki Shogun


Sekarang kita rasakan handlingnya. Ini sedikit sulit karena keduanya mempunyai karakter yang hampir sama disebabkan jarak sumbu rodanya beda 24 mm. Bila Supra punya rentang 1.242 mm, Shogun 1.220 mm.

Untuk manuver di tikungan, keduanya terasa sama-sama mantap. Begitu juga meliuk-liuk di kepadatan lalulintas sangat lincah dan melewati jalan bergelombang, laju motor tetap mantap. Kenikmatan ini dibantu pemakaian suspensi berdaya redam baik.

Bagaimana dengan sistem penghenti laju? Baik Supra maupun Shogun dilengkapi sistem disc brake pada roda belakang. Hanya, buat pengendara Supra, ketika dilakukan pengereman keras, jaga badan untuk tidak terdorong ke depan. Penyebabnya, kulit jok yang licin.

Soal jok mungkin belum jadi perhitungan sekali. Mari kita beralih ke fitur paling menonjol, karena dari sisi desain, keduanya menganut aliran yang sama, berkesan futuristik dan sporty abis. Kesamaan lain, pada sistem kinerja injeksi bertuliskan FI di spidometer dan dilengkapi key shutter lock sehingga motor aman dari tangan jahil. Bahkan mesin Shogun tak akan hidup saat di starter maupun diengkol tanpa dibarengi menarik tuas rem.

Lantas dari konsumsi bahan bakar, siapa paling irit? Maaf, barangkali dengan dijelaskan keunggulan sistem injeksi pada Shogun dan Supra, Anda bisa mereka-reka sendiri. Seperti sudah dijelaskan, keduanya diperkuat sistem injeksi, mungkin Anda penasaran kepanjangan dari PGM pada Honda, yakni Programmed Fuel Injection.

Jadi, cara kerja injeksi pada Supra menganut indirect injection, artinya diatur oleh Engine Control Module (ECM), sehingga menghasilkan pengkabutan bahan bakar (di luar ruang bakar) dan pembakaran sempurna.

Shogun pun begitu, hanya pompa injector dan regulator tidak terpasang di dalam tangki (seperti Supra), tapi terpasang bersama nosel injector yang tersusun jadi satu dengan throttle body dan mengarah ke lubang intake. Konon, sistem ini lebih baik karena aliran bahan bakar yang diinjeksi tidak banyak tekanan, dibanding harus melewati slang sebelum ke injector. Sehingga mesin motor sulit hidup akibat slang terjepit atau banyak kerak kotoran lebih mudah diatasi.

Selain itu, pada Shogun Hyper Injection didukung Throttle Position System (TPS) dan Intake Air Presure Sensor (IAPS) yang berhubungan langsung dengan ECM. Sekalipun begitu, baik Shogun maupun Supra masih msama-sama doyon bensin tanpa timbel alias premium TT. (KR15, Eka)

DATA AKSELERASI (DETIK)
Akselerasi Supra PGM-FI Shogun FI
0 – 60 km/jam 5,88 7,06
0 – 80 km/jam 12,63 14,07
0 – 100 meter 8,01 8,65
0 – 201 meter 12,72 13,01

Top-speed Supra FGM-FI : 115 km/jam
Top-speed Shogun FI : 110 km/jam

Source : Kompas.com

>>Read More......>>
Custom Search
Mau Beli atau
Mau Jual Motor

** Pasang Iklan
buat iklan aja free
Pusat Info Batu Bara
Form pasang iklan : Jual Motor

Info HandPhone | Info Otomotive Info Kesehtane | Info Pengobatan